Food combining adalah pengaturan makanan yang disesuaikan dengan sistem pencernaan alamiah tubuh. Tujuan utama dari pola makan food combining ini adalah membuat tubuh berada di PH darah yang netral antara asam dan basa. Kuncinya adalah menciptakan keseimbangan pada elemen-elemen kimiawi dalam tubuh kita. Khususnya yang berhubungan dengan sistem pencernaan.
Tubuh kita sangat mencintai keseimbangan, yang terkadang sering diabaikan oleh otak si pemilik tubuh. Sebab untuk menciptakan kesimbangan dalam tubuh, seringkali memang makanan yang terlihat bertentangan dengan pola hidup sehat.
Nah, food Combining ini mendorong terciptanya perilaku makan yang mengoptimalkan masukan dan penyerapan zat gizi dengan cara mengkonsumsi makanan yang seimbang saja setiap kali makan. Efek dari kombinasi makanan keseimbangan ini adalah meminimalkan jumlah penumpukan sisa makanan dan metabolisme, sehingga fungsi pencernaan dan penyerapan zat makanan menjadi lancar. Dan pemakaian energi tubuh lebih efisien.
Food Combining memungkinkan seseorang mengubah berat badannya menjadi normal dengan tetap mengkonsumsi makanan seperti biasanya. Selain itu, food combining juga mendayagunakan fungsi sistem pencernaan dengan cara menyesuaikan apa yang dimakan dengan kebutuhan asam basa dan siklus alamiah tubuh agar metabolisme tubuh seimbang.
Namun demikian, masih banyak ahli medis dan gizi yang menentang pola makan seperti food combining ini. Alasannya adalah secara alamiah setiap makanan mengandung semua unsur gizi dan dicerna melalui saluran yang sama. Para ahli medis berpendapat bahwa sistem pencernaan manusia mampu mencerna sekaligus sehingga metode memisah-misahkan makanan tertentu seperti food combining dianggap sebagai perilaku yang tidak masuk akal.
Sebenarnya, Rasulullah telah menerapkan metode Food Combining ini. Karena Rasulullah mengkonsumsi hanya makanan tertentu pada waktu tertentu yang ternyata sangat sesuai dengan siklus pencernaan. Rasulullah pun tidak memakan dua jenis makanan panas atau dingin secara bersamaan. Selain itu, berdasar riwayat Aisyah disebutkan bahwa Nabi tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika Nabi sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti. Begitu juga bila Nabi makan dengan sup daging, beliau tidak akan memakan makanan lain selain gandum dan sup daging itu.

Beliau juga tidak makan ikan dan daging dalam waktu bersamaan dan tidak langsung tidur setelah makan malam. Ikan dan daging merupakan sumber protein, sehingga tidak dianjurkan oleh Rasulullah untuk mengkonsumsinya pada waktu bersamaan. Begitupun menurut pakar Food Combining yang menyatakan bahwa kombinasi ikan dan daging kurang baik.
Berdasarkan manuskrip sejarah, ditemukan bahwa food combining juga dilakukan oleh bangsa Esseni di Palestina sekitar 2000 tahun yang lampau. Ini membuktikan bahwa food Combining merupakan pola makan sehat tertua di dunia. Bangsa Esseni di Palestina mengikuti ajaran taurat yang masih murni. Ajaran bangsa Esseni yang berhubungan dengan pola makan diantaranya, tidak menggabungkan roti dan daging pada waktu yang bersamaan, juga susu dan daging, tidak makan darah, bangkai, dan daging binatang yang diharamkan (daging babi, ikan tanpa sirip atau insang dan binatang melata). Serta tidak makan berlebihan. Saat ini, pola makan dengan metode food combining kembali dipopulerkan di Jerman sekitar tahun 1800-an, dan sejak itu menyusul di Eropa, Amerika dan Australia.
Satu hal yang perlu diingat, food combining adalah menu makan yang bebas untuk kamu pilih, namuan harus memperhatikan keseimbangan asam dan basa. Aspek pertama yang wajib harus diperhatikan untuk menciptakan kesimbangan tersebut adalah memperhatikan mana makanan yang tidak boleh dimakan bersamaan, contohnya adalah karbohidrat dan protein hewani, yang merupakan makanan yang bersifat asam. Makanan yang bersifat asam ini baiknya dimakan bersamaan dengan makanan bersifat basa, yaitu sayuran dan protein nabati.
Pola makan dalam food combining ini mengusahakan tubuh untuk menerima dan menyerap dengan baik kandungan gizi yang ada dalam satu unsur makanan. Untuk lebih mudahnya, menu makanan yang sesuai kaidah food combining adalah nasi (asam) dengan sayur dan lauk tempe tahu (basa). Atau capcay yang lengkap dengan isian sayuran (basa), seafood atau daging ayam (asam).
Nah, dengan mengkonsumsi makanan pembentuk basa (buah dan sayuran), PH tubuh kamu pun akan bergerak sendiri ke netral. Food combining ini pun tetap akan mengenyangkan kamu, asal kamu memilih makanan pembentuk asam dan basa yang tepat.food combining
